SIMPLISIA
Disusun Oleh :
SISKA NATALIA (XII-E / 34) NIS 4780 /
1595.079
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN FARMASI SURABAYA
JALAN KAPASARI NO. 3 - 5 ( (031) 3710619 SURABAYA
TAHUN AJARAN 2016-2017
Pengertian
Simplisia dari Phycophyta dan Mycophyta
Dalam bab ini, kita membahas
simplisia yang berasal dari phycophyta dan Mycophyta. Phycophyta (rumput laut
atau makroalga) adalah kelompok tanaman tingkat rendah bersifat fototrof yang
tidak mempunyai akar, daun, dan batang sebenarnya, tetapi memiliki talus yang
berfungsi sebagai alat vegetatif. Mycophyta disebut mirip jamur atau fungi
karena memiliki struktur tubuh dan cara reproduksi yang mirip fungi.
Berikut ini adalah deskripsi beberapa simplisia
phycophyta dan mycophyta yang digunakan dalam pengobatan.
1. AGAR
Nama lain : Agar-agar, gelosa, vegetable
gelatin
Nama hewan
asal : Gelidium cartilagineum L.,
Gracilaria
confervoides L.
Keluarga : Gelidium cartilagenium L. Dari
keluarga Gelidiaceae,
sedangkan Gracilaria confervoides L. Dari
keluarga Sphaerococcaceae
Zat
berkhasiat utama / isi : Garam
kalsium dari gelosa, yaitu
hidrat arang kompleks
ynag tersususun atas rangkaian galaktosa, yang molekul terakhirnya berikatan
dengan asam sulfat dan iodium
Persyaratan
kadar : 200-100
bagian per juta
Penggunaan : Banyak dipakai untuk pengobatan
sembelit kronis karena
mampu mengisap dan mengikat air sehingga berfungsi sebagai pelumas dan penambah
isi usus. Selain itu, agar digunakan sebagai bahan pensuspensi (suspending agent)
Pemerian : Umumnya berupa berkas
potongan-
potongan memanjang yang
tipis seperti selaput dan berlekatan atau berbentuk keping, serpih, atau
butiran; warna abu-abu kekuningan sampai kuning pucat atau tidak berwarna;
tidak berbau atau berbau lemah; dan rasa berlendir. Jika lembap, agar tampak
liat, sedangkan jika kering, agar rapuh
Bagian yang digunakan : Koloidal hidrofil kering yang
diperoleh dari penyarian
Penyimpanan : Dalam wadah
tertutup baik
2. SACCHAROMYCES SICCUM
Nama lain :
Ragi kering, dry yeast
Nama hewan asal :
Saccharomyces cerevisiae Meyen
atau Candida utilis Henneberg
Keluarga :
Ascomycetes
Zat berkhasiat utama / isi :
Vitamin dan protein
Penggunaan : Sumber vitamin B kompleks dan
protein
Pemerian :
Bau dan rasa khas
Bagian yang digunakan : Ragi yang diperoleh dari biakan
pilihan
Penyimpanan :
Dalam wadah tertutup rapat
KETERANGAN TAMBAHAN
a. Jenis ragi kering
·
Ragi yang berasal dari pabrik bir disebut ragi bir kering
·
Ragi bir yang telah dihilangkan rasa pahitnya disebut
ragi bir kering tidak pahit
·
Ragi yang berasal dari kultur dengan media yang serasi
disebut ragi utama kering
b. Sediaan
Tablet YEASTAFORT (Kimia Farma)
3.
SECALE CORNUTUM
Nama lain :
Sekale kornutum, gandum induk,
mother of rye, ergot, horn seed
Nama hewan asal :
Claviceps purpurea yang tumbuh
dalam buah secale cereale
Keluarga :
Claviceps purpurea dari keluarga
Hypocreaceae, sedangkan Secale
cereale dari keluarga Poaceae
Zat berkhasiat utama / isi :
1. Alkaloida, yang terdiri atas tiga
golongan, yaitu:
·
Ergotamina (ergotamina, ergotaminina, dan ergosinina)
· Ergotoksina (ergokristina, ergokriptina, ergokornina,
ergokristinina, ergokriptinina, dan ergokomina)
·
Ergobasina (ergobasina atau ergovinina)
2.
Tiramina, histamina, ergotionina,
dan glikokolbetaina
3.
Lemak (yang terdiri atas trioleinat, trioksileinat dan
fitosterin), lesitin, ergosterin, asam sfaselin, manit, trehalosa, dan mineral
utama asam fosfat
Persyaratan kadar :
Kadar alkaloida jumlah dihitung
sebagai ergotoksina tidak kurang dari 0,2%
Kadar alkaloida yang larut dalam air dihitung sebagai ergometrina
(ergonovina) tidak kurang dari 0,03%
Penggunaan :
Antimigrain dan oksitosika (obat
yang berfungsi merangsang kontraksi dinding rahim/uterus sehingga memudahkan proses pelahiran bayi)
Pemerian : Bau dan rasa tidak enak
Bagian yang digunakan :
Sklerotium Claviceps purpurea yang
tumbuh dalam buah Secale cereale
Penyimpanan :
Dalam keadaan utuh di tempat sejuk
dan
kering
KETERANGAN TAMBAHAN
Sediaan : 1. BELLAPHEN (Soho) dan
CAFERGOT
(Novartis) mengandung ergotamin tartrat
2. METHERGIN (Sandoz) dan
BLEDSTOP
(Caprifarmindo)
mengandung metilergeometrin
maleat
3.Secalis Cornuti
Extractum, Secalis
Cornuti Pulvis,
dan Secalis Cornuti
Tinctura
4.
USNEA THALLUS
Nama lain :
Kayu angin, lichen dasypogus
Nama hewan asal :
Usnea misaminensis (Vain.) Not.,
Usnea dasypoga Acharius, atau Usnea sp.
Keluarga :
Usneaceae
Zat berkhasiat utama / isi :
Asam usnat dan senyawa depsida,
seperti asam bartolat, asam usnetin, dan asam barbatin
Penggunaan : Adstringensia
Pemerian :
Bau lemah dan tidak berasa
Bagian yang digunakan : Seluruh talus yang berbentuk benang,
umumnya bulat memanjang, bercabang-cabang, dan berwarna abu-abu, sampai
biru kehijauan pucat
Penyimpanan :
Dalam wadah tertutup baik
KETERANGAN TAMBAHAN
Sediaan : SCABICID (Kimia Farma)
Pengertian Simplisia
dari Hewan
Pada bab ini , kita akan membahas
simplisia yang berasal dar hewan (simplisia hewani). Simplisia hewani adalah
simplisia yang berupa hewan utuh, bagian hewan, atau zat-zat yang berguna yang
dihasilkan oleh hewan dan belum berupa zat kimia murni.
1.
ADEPS LANAE
Nama lain : Lemak bulu domba, anhydrous
lanolin, wool fat
Nama hewan
asal : Ovis aries L.
Keluarga : Bovidae
Zat
berkhasiat utama / isi : Ester-ester lemak yang mengandung
kolesterol,
oksikolesterol, gammalanosterol, lanosterol, dihidrolanosterol, dan agnosterol.
Asam-asam lemak, yaitu asam palmitat, asam miristinat, asam lanopalmitat, asam
lanoserat, asam serotat, dan asam karnaubat. Alkohol-alkohol, yaitu
setilalkohol dan karnaubiealkohol
Penggunaan : Bahan dasar salep, sabun, pasta,
pil,
dan serbuk
Pemerian : Massa seperti lemak, liat,
lekat,
warna kuning pucat, agak
tembus cahaya, dan bau lemah khas
Cara memperoleh : Minyak atsiri
diperoleh dengan
penyulingan uap buah yang masak
Bagian yang digunakan : Lemak yang dmurnikan dari bulu
domba
Penyimpanan : Dalam wadah
tertutup baik
KETERANGAN TAMBAHAN
a.
Pembuatan
Bulu domba mengandung 10-50%
lemak yang merupakan selaput luar bulu tersebut. Air sabun bekas pencuci bulu
mengandung lemak tersebut. Air sabun bekas pencuci bulu tersebut. Air sabun
bekas pencuci bulu mengandung lemak tersebut. Lemak bulu domba diperoleh dengan
menambahkan asam sulfat pada air cucian bulu domba. Magma berlemak yang
terpisah kemudian diambil dan diperas panas-panas untuk memisahkan
kotoran-kotoran. Lemak yang diperoleh dimurnikan lagi jika masih berisi asam
lemak bebas. Lemak bulu domba dapat pula diperoleh langsung dengan cara disari
dengan pelarut organik
b.
Sediaan
·
Chloramphenicoli Unguentum (FN)
·
Ichtammoli Unguentum (FN)
·
Methylis Salicylatis Unguentum (FN)
2.
ADEPS SUILLUS
Nama lain :
Lemak babi, lard
Nama hewan asal :
Sus scrofa L.
Keluarga :
Suidae
Zat berkhasiat utama / isi :
-
Penggunaan : Bahan dasar salep dan emplastrum
Pemerian :
Lemak lunak, lekat, warna putih, bau
lemah, tetapi tidak tengik. Jika dilebur, massa berubah menjadi cairan
jernih yang bila dibiarkan, tidak ada air yang terpisah
Bagian yang digunakan : Lemak dari rongga perut
Penyimpanan :
Dalam wadah tertutup baik
KETERANGAN TAMBAHAN
Sediaan :
Emplastrum Plumbi Oxydi
3.
CERA ALBA
Nama lain :
Malam putih, white beeswax
Nama hewan asal :
Apis mellifera L. Dan spesies lain
Keluarga :
Apidae
Zat berkhasiat utama / isi :
Mirisin (Mirisilpalmitat), asam
serotinat, serasin (campuran parafin), asam melisinat, dan serialkohol
Penggunaan :
Bahan dasar salep
Pemerian : Malam padat, lapisan tipis
bening,
warna putih kekuningan,
dan bau lemah
Bagian yang digunakan :
Malam dari sarang lebah yang telah
dibersihkan dan telah diputihkan
Penyimpanan :
Dalam wadah tertutup baik
KETERANGAN TAMBAHAN
a. Cara memperoleh
Malam putih berasal dari malam
kuning yang diputihkan. Dulu, malam ini diputihkan dengan cara dijemur dan
berbentuk pita-pita tipis. Saat ini, malam putih diperoleh dengan mengoksidasi
malam kuning dengan hidrogen peroksida, kalium permanganat, atau
benzoilperoksida
b. Sediaan
·
Methylis Salicylatis Unguentum (FN)
4.
CERA FLAVA
Nama lain :
Malam kuning, yellow beeswax
Nama hewan asal : Apii mellifera L.
Keluarga :
Apidae
Zat berkhasiat utama / isi :
Mirisin (Mirisilpalmitat), serin atau
asam serotinat, asam melisinat, mirisilalkohol, hidrokarbon heptakosan, dan
hentrakontan
Penggunaan :
Bahan dasar salep
Pemerian :
Massa padat, agak rapuh jika dingin
dan menjadi elastis jika hangat, bekas patahan buram dan berbutir, warna
cokelat kekuningan, dan bau enak seperti madu
Bagian yang digunakan :
Malam yang telah dibersihkan dari
sarang Apis
Penyimpanan :
Dalam wadah tertutup baik
KETERANGAN TAMBAHAN
Sediaan :
Oculenta Hydrargyri Oxydi Flavi
(FOI)
5.
CETACEUM
Nama lain :
Setaseum, spermaseti
Nama hewan asal :
Physeter macrocephalus, physeter
catodon L., dan Hyperoodon costralos
Miller
Keluarga :
Physeteridae
Zat berkhasiat utama / isi :
Setin (setilpalmitat), setilstearat,
setiloleat, setillaurat,
setimiristinat, dan setil alkohol
Penggunaan :
Bahan dasar salep
Pemerian :
Massa hablur, bening, licin, warna
putih mutiara, bau dan rasa lemah
Bagian yang digunakan :
Malam padat murni yang diperoleh
dari minyak lemak yang
terdapat pada kepala, lemak, dan badan ikan
Penyimpanan :
Dalam wadah tertutup baik
KETERANGAN TAMBAHAN
Cara memperoleh : Hewan menyusui ini
memiliki kepala
yang besar. Bagian atas
kepala berisi cairan yang setelah hewan mati, menjadi padat putih seperti bunga
karang. Massa tersebut merupakan campuran setaseum dan minyak lemak. Setaseum
murni diperoleh melalui pemerasan, pencucian dengan soda, dan lain-lain
6.
GELATINUM
Nama lain :
Gelatina, gelatin
Nama hewan asal :
-
Keluarga :
-
Zat berkhasiat utama / isi :
Glutina, yang tersusun atas glikokol,
leusin, prolin, asam glutamat, lisin, arginin, alanin,asam asparoginat,fenilalanin,
oksiprolin, dan histidin
Penggunaan :
Bahan dasar cangkang kapsul, dasar
salep, dan cairan transfusi
Pemerian :
Berbentuk lembaran, kepingan,
serbuk, atau butiran; tidak berwarna atau kekuningan pucat, bau dan rasa
lemah
Bagian yang digunakan :
Protein yang diperoleh dari bahan
kolagen
Penyimpanan :
Dalam wadah tertutup baik
KETERANGAN TAMBAHAN
a.
Jenis
Gelatina adalah protein yang diperoleh dari bahan kolagen. Ada dua macam
tipe gelatina, yaitu :
·
Tipe A, yaitu
gelatina yang memiliki titik isoelektrik pada pH
7-9
·
Tipe B, yaitu
gelatina yang memiliki titik isoelektrik pada pH
4,7-50
Kualitas dan sifat gelatina ditetapkan
berdasarkan perbandingan
antara glutina dan kondrina yang terkandung
dalam gelatina.
b.
Gelatina makanan
Gelatina makanan dapat dibuat dari tiga sumber utama, yaitu tulang-tulang
yang sudah bersih, kulit babi yang baru dibekukan, dan kulit sapi muda.
·
Tulang yang diolah
dengan asam klorida menghasilkan garam
kalsium yang larut dalam osein.
·
Osein dan kulit sapi
muda jika diolah dengan kapur,
memberikan kolagen kotor yang
setelah dimurnikan pada pH
5-6, menghasilkan gelatin Tipe B.
·
Kulit babi yang
diolah dengan asam klorida dan disari pada pH
3,5-5 menghasilkan lemak dan gelatin
Tipe A.
7.
LUMBRICUS RUBELLUS
Nama lain :
Red earthworm , ekstrak cacing tanah
Nama hewan asal : Lumbricus rubellus
Keluarga :
Lumbricidae
Zat berkhasiat utama / isi :
Protein sampai 76%, vitamin B12, dan
vitamin E
Penggunaan :
Suplemen untuk infeksi saluran cerna
Pemerian :
Cacing yang hidup di tanah,
berwarna merah cokelat atau merah ungu, panjang umumnya 4-10 cm
Bagian yang digunakan :
Ekstrak kering seluruh bagian cacing
Penyimpanan :
Dalam wadah tertutup baik
KETERANGAN TAMBAHAN
Sediaan :
Kapsul VERMINT (Vermindo
Internasional Afiah)
8.
MEL DEPURATUM
Nama lain :
Madu murni
Nama hewan asal :
Apis mellifera L.
Keluarga :
Apidae
Zat berkhasiat utama / isi :
Gula invert, sakarosa, dekstrin, abu,
air, zat atsiri aromatik, dan asam semut (sedikit)
Penggunaan :
Sumber hidrat arang yang mudah
dicerna, reduktor dalam sediaan ferro, dan memperbaiki rasa (corigen
saporis)
Pemerian :
Cairan kental seperti sirup, bening,
warna kuning muda sampai cokelat kekuningan, rasa manis khas, dan bau enak
khas. Jika dipanaskan di atas penangas air, bau menjadi lebih kuat, tetapi
tidak berubah
Bagian yang digunakan :
Madu
Penyimpanan :
Dalam wadah tertutup baik
KETERANGAN TAMBAHAN
Cara memperoleh : Madu yang diperoleh
dari sarang
Apis dimurnikan dengan pemanasan dibawah suhu 80ºC, lalu
didiamkan. Kotoran yang mengapung diambil, kemudian madu diencerkan dengan air
secukupnya hingga bobot per memenuhi persyaratan
Pengertian Simplisia dari Minyak Mineral
Pada bab ini , kita akan membahas
simplisia yang berasal dari minyak mineral (simplisia mineral). Simplisia
mineral atau pelikan adalah simplisia yang berupa mineral (pelikan) yang belum
diolah atau diolah dengan cara sederhana dan belum berupa zat kimia murni.
Berikut ini adalah deskripsi beberapa simplisia
yang berasal dari pengolahan minyak mineral.
1.
PARAFFINUM LIQUIDUM
Nama lain :
Parafin cair, white mineral oil, liquid
petroleum, mineral oil
Zat berkhasiat utama / isi :
Hidrokarbon (C17H36 Sampai C27H56),
yang terdiri atas hidrokarbon siklis, hidrokarbon takjenuh, dan
derivat-derivat benzen
Penggunaan :
Bahan dasar salep dan laxantia
Pemerian :
Cairan kental, transparan, tidak
berfluoresensi, tidak berwarna, hampir tidak berbau, dan hampir tidak
berasa
Cara memperoleh :
Diperoleh dari minyak mineral
Penyimpanan :
Dalam wadah tertutup baik dan
terlindung dari cahaya
2.
PARAFFINUM SOLIDUM
Nama lain :
Parafin padat, paraffin wax
Zat berkhasiat utama / isi :
Hidrokarbon (C17H36 Sampai C27H56),
yang terdiri atas hidrokarbon siklis, hidrokarbon takjenuh, dan
derivat-derivat benzen
Penggunaan :
Bahan pengeras salep dan zat
tambahan
Pemerian :
Massa padat, sering menunjukkan
susunan yang hablur, warna putih, tidak berasa, dan agak licin. Jika
terbakar, menyala terang, sedangkan jika dilebur, menghasilkan cairan yang
tidak berfluoresensi
Cara memperoleh :
Diperoleh dari residu minyak tanah
kasar. Residu ini disuling lagi untuk memperoleh minyak parafin sebagai
distilat yang kemudian diolah dengan asam sulfat dan selanjutnya dengan larutan
natrium hidroksida. Selama pengolahan, massa dibuat tetap cair secara
dipanaskan dengan uap air. Setelah terpisah dari bagian airnya, minyak parafin
dibekukan menjadi setengah padat kemudian diperas.
Bagian minyak yang cair dipakai sebagai minyak
pelumas. Bagian yang padat dicairkan, dibekukan, dan diperas lagi pada suhu
yang tidak lebih tinggi dari tadi; hasil proses ini dikenal sebagai refined wax.
Zat ini dicuci, diperas, dicairkan, dialirkan
lewat arang tulang (atau bahan-bahan lain sejenis), dan dibekukan sehingga
terbentuk massa yang keras, tembus cahaya, dan tidak berwarna.
Penyimpanan :
Dalam wadah tertutup baik
3.
VASELIN ALBUM
Nama lain :
Vaselin putih, white petroleum
Zat berkhasiat utama / isi :
Hidrokarbon yang memiliki berat
molekul tinggi, terutama parafin, hidrokarbon siklis, dan hidrokarbon
takjenuh
Penggunaan :
Bahan dasar salep
Pemerian :
Massa lunak, lengket, bening, tidak
berbau, hampir tidak berasa, dan berwarna putih. Sifat ini tetap setelah
zat dileburkan dan dibiarkan hingga dingin tanpa diaduk. Massa berfluoresensi
lemah dan juga jika dicairkan
Cara memperoleh :
Vaselinum flavum yang telah
diputihkan
Penyimpanan :
Dalam wadah tertutup baik
KETERANGAN TAMBAHAN
Sediaan :
Betamethasoni Cremor (FN),
Chloramphenicoli Unguentum (FN), Triamcinoloni Acetonidi Cremor (FN), dan
Zinci Unguentum (FN)
4.
VASELINUM FLAVUM
Nama lain :
Vaselin kuning, yellow petroleum
Zat berkhasiat utama / isi :
Hidrokarbon yang memiliki berat
molekul tinggi, terutama parafin, hidrokarbon siklis, dan hidrokarbon
takjenuh
Penggunaan :
Bahan dasar salep
Pemerian :
Massa lunak, lengket, bening, tidak
berbau, hampir tidak berasa, dan berwarna putih. Sifat ini tetap setelah
zat dileburkan dan dibiarkan hingga dingin tanpa diaduk. Massa berfluoresensi
lemah dan juga jika dicairkan
Cara memperoleh :
Diperoleh dari minyak mineral
Penyimpanan :
Dalam wadah tertutup baik
KETERANGAN TAMBAHAN
Sediaan :
Aethylis Aminobenzoatis
Unguentum (FN), Olei Iecoris Unguentum (FN), Peruviani Unguentum (FN), dan
Zinci Pasta (FN)
Pengertian Simplisia dari Bulbus, Cormus, Tuber, Liqnum,
Caulis
Bulbus atau umbi lapis adalah
bagian batang di bawah permukaan tanah, sangat pendek dengan daun-daun
berbentuk sisik. Diujung bawah bulbus (bonggol), tumbuh akar, sedangkan di
ujung atas bulbus, tumbuh batang.
Cormus atau tubuh tanaman,
umumnya dapat dibagi menjadi 3 bagian, yaitu akar, batang, dan daun.
Tuber atau umbi adalah bagian
tanaman (batang atau akar) yang membesar karena digunakan oleh tumbuhan untuk
menyimpan zat tertentu (umumnya karbonhidrat).
Liqnum atau kayu adalah jaringan
dari akar dan batang, yang berada di sebelah dalam kambium.
Caulis atau batang merupakan
bagian tumbuhan yang menyokong tubuh tumbuhan.
1.
ALLII SATIVI BULBUS
Nama lain : Bawang putih
Tanaman asal : Allium sativum L.
Keluarga : Liliaceae
Zat berkhasiat utama/isi : Minyak atsiri yang mengandung 60%
diadildisulfida,
6% alilpropildisulfida, dan aliin
Penggunaan : Antikolestrol
Pemerian : Bau khas dan
rasa agak pedas
Bagian yang
digunakan : Umbi lapis
Penyimpanan : Dalam wadah
tertutup baik
2.
COLCHICI CORMUS
Nama lain : Daun umbi
colchici
Tanaman asal : Colchicum autumnale L.
Keluarga : Liliaceae
Zat
berkhasiat utama/isi : Alkaloida
kolkisina
Penggunaan : Kadar alkohol
tidak kurang dari
0,25%
Pemerian : Antireumatika
Bagian yang
digunakan : Tidak berbau, rasa
pahit, dan bergetir
Penyimpanan : Dalam wadah
tertutup baik
3. MERREMIAE TUBER
Nama
lain :
Bidara upas
Tanaman asal : Merremia mammosa Hal, filus
Keluarga :
Convolvulaceae
Zat
berkhasiat utama/isi : Damar, zat
pahit, dan pati
Penggunaan : Ekspektoransia dan antiseptik (obat
kumur)
Pemerian : Bau lemah,
rasa tajam dan pahit
Bagian yang
digunakan : Irisan umbi akar
Penyimpanan : Dalam wadah
tertutup baik
4.
SANTALI LIGNUM
Nama lain : Kayu cendana
Tanaman asal : Santalum album L.
Keluarga : Santalaceae
Zat
berkhasiat utama/isi : Minyak
atsiri, harsa, dan zat
penyamak
Penggunaan : Diuretik, karminativa,
dan
antispasmodika
Pemerian : Bau harum dan
rasa agak pahit khas
Bagian yang
digunakan : Kayu galih dari
batang, dahan, dan
akar
Penyimpanan : Dalam wadah
tertutup baik
5. SAPPAN LIGNUM
Nama
lain : Kayu
secang
Tanaman asal : Caesalpinia sappan L.
Keluarga :
Caesalpiniaceae
Zat
berkhasiat utama/isi : Brazilin,
zat warna merah sappan,
tanat, dan asam galat
Penggunaan : Adstringensia
Pemerian : Tidak berbau
dan rasa kelar
Bagian yang
digunakan : Irisan kecil atau
serutan kayu
Penyimpanan : Dalam wadah
tertutup baik
6.
TINOSPORAE CAULIS
Nama lain : Bratawali
Tanaman asal : Tinospora tuberculata, Tinospora
rumphii, Tinospora
crispa, Tinospora cordifolia
Keluarga :
Menispermaceae
Zat
berkhasiat utama/isi : Pati,
glukosida pikroretosida,
alkaloida berberin dan palmatin, harsa,
dan zat pahit pikroretin
Penggunaan : Obat demam,
tonikum, dan
antidiabetes
Pemerian : Bau lemah dan rasa sangat pahit
Bagian yang
digunakan : Batang dan kulit
batang
Penyimpanan : Dalam wadah
tertutup baik
Pengertian Simplisia dari Flos
Flos adalah bagian
tanaman berupa bunga. Kebanyakan simplisia dibuat dari bunga yang masih kuncup.
Simplisia bunga dapat berupa bunga tunggal atau majemuk, bagian dari bunga
majemuk, atau komponen penyusun bunga.Pada dan belum berupa zat kimia murni.
Berikut ini adalah deskripsi simplisia flos yang
digunakan dalam pengobatan
.
1.
CARTHAMI FLOS
Nama lain : kembang pulu,
kesemba
Tanaman asal : carthamus tinctorius L.
Keluarga : Asteraceae
Zat
berkhasiat utama/isi : Zat warna
merah kartamin, zat warna
kuning safflower, lender dan minyak lemak
Penggunaan : Laksativa
Pemerian : Bau agak
aromatis, rasa pahit
Bagian yang
digunakan : Bunga dari bunga
majemuk
Penyimpanan : Dalam wadah
tertutup baik
KETERANGAN
TAMBAHAN
a. Waktu panen
Untuk tujuan produksi zat warna, panen
dilakukan sebelum bunga yang telah sepenuhnya mekar menjadi layu. Bunga
biasanya layu pada hari ke dua atau ketiga. Keterlambatan waktu panen atau
hujan selama masa berbunga akan menyebabkan berkurangnya zat warna yang dapat
diperoleh
b. Jenis
Ada 2 varientas Carthamus tinctorius, yaitu
·
Daun
yang berduri disebut varietas typicus.
Varietas ini digunakan untuk produksi minyak
·
Daun
yang memiliki sedikit duri (jarang) disebut varietas inermis. Varietas ini terutama digunakan untuk produksi zat warna
2.
CARYOPHYLLI FLOS
Nama lain : Cengkeh
Tanaman asal : Eugenia caryophillus spreng
Keluarga : Myrtaceae
Zat
berkhasiat utama/isi : Minyak
atsiri yang mengandung
eugenol, zat serupa dammar yang tidak berasa, zat hablur berupa jarum yang
disebut kariofillin, zat penyamak dan gom
Persyaratan
kadar : kadar minyak
atsiri tidak kurang dari
15,0 % b/v
Penggunaan : Stimulansia, obat
mulas,
menghilangkan rasa mual dan muntah
Pemerian : Bau aromatic
kuat dan rasa pedas
Bagian yang
digunakan : Bunga yang masih
kucup
Penyimpanan : Dalam wadah
tertutup baik
KETERANGAN
TAMBAHAN
a. Waktu panen
Tanaman yang berumur 6 tahun dapat mulai
dipetik kuncup bunganya. Kuncup-kuncup ini mula-mula berwarna putih, kemudian
hijau dan akhirnya merah. Kuncup bunga harus dipetik ketika warnanya berubah
dari hijau menjadi merah. Selanjutnya, kuncup bunga diasapi, dijemur dan
dilepaskan dari tangkainya
b. Sediaan
Oleum caryophylli (F)
3.
GUNNERAE FRUCTUS ET FLOS
Nama lain : Sukmadiluwih
Tanaman asal : Gunnera macrophylla BI.
Keluarga : Haloragaceae
Zat
berkhasiat utama/isi : -
Penggunaan : Penyegar badan
Pemerian : Bau agak
anyir, mirip bau minyak
ikan, rasa mula-mula
asin, lama-kelamaan menimbulkan kelat dan rasa tebal di
lidah
Bagian yang
digunakan : Seluruh rangkaian
buah dan bunga
kadang-kadang beserta pucung batang dan daun
Penyimpanan : Dalam wadah
tertutup baik
4.
JASMINI FLOS
Nama lain : Bunga melati
Tanaman asal : Jasminum sambac (L.) W.Ait.
Keluarga : Oleaceae
Zat berkhasiat
utama/isi :Minyak atsiri, asam
formiat, asam
benzoate,
asam asetat, ester metal antranil, seskuiterpen, dan seskuiterpen- alkohol
Penggunaan : Korigen odoris,
penurunan panas
(antipiretika), penggenti ASI (laktifuga)
Pemerian : Bau harum
lemah, tidak berasa
Bagian yang
digunakan : Bunga
Penyimpanan : Dalam wadah
tertutup baik
5.
MESSUAE FLOS
Nama
lain :
Bunga nagasari
Tanaman asal :Messua ferrea L.
Keluarga : Clusiaceae
Zat
berkhasiat utama/isi : Lemak, protein,
dan asam-asam
organik (seperti asam palmitat, asam linoleat, dan asam stearat)
Penggunaan : Antidiare,
aromatika, dan
ekspektoransia
Pemerian : Tidak berbau,
rasa sepat,
warna
cokelat sampai coklat kehitaman
Bagian yang
digunakan : Bunga yang masih
kuncup, bunga
yang sudah mekar, dan benang sari
Penyimpanan : Dalam wadah
tertutup baik
KETERANGAN
TAMBAHAN
Dalam
perdagangan, bunga yang masih kuncup dikenal dengan nama sari kurung atau
cangkok kurung; dan benang sari dikenal dengan nama sari murni, sari naga, atau
podi sari
6.
Pyrethri Flos
Nama lain : Bunga piretri,
bunga krisan
Tanaman asal : Chrysanthemum
cinerariaefolium Visiani
Keluarga : Asteraceae
Zat berkhasiat
utama/isi :a. Piretrin I (piretrolon + asam monokrisan-tomat)
b. Piretrin
II (piretrolon + asam dikrisan- tomat)
c. Piretrolon dan sinerin II
d. Minyak
atsiri yang mengandung
paraffin, piretrosin, dan krisantemin
Persyaratan
kadar : Kadar piretrin
jumlah dihitung
dengan menjumlahkan kadar piretrin I dan kadar piretrin II tidak kurang dari
0,5%
Penggunaan : Racun serangga
(insektisida)
Pemerian : Bau khas,
dapat menyebabkan bersin
dan
mula-mula menimbulkan rasa
getir
dan pahit, lalu rasa tebal
Bagian yang
digunakan : Bunga cawan
Penyimpanan : dalam wadah
tertutup baik
KETERANGAN
TAMBAHAN
Waktu panen : Bunga dipetik
sebelum mekar atau
saat bunga masih kuncup. Hal ini dilakukan karena bunga yang belum mekar mengandung kadar piretrin 2 kali lebih tinggi dari
bunga yang setengah mekar dan yang telah mekar
7.
WOODFORDIAE FLOS ET FRUCTUS
Nama lain : Bunga dan buah
sidowayah
Tanaman asal : Woodfordia fruticosa L. atau
Woodfordia floribunda Salisbury
Keluarga : Lythraceae
Zat
berkhasiat utama : Zat
penyamak (tannin)
Penggunaan : Adstringensia
Pemerian : Bau lemah,
rasa kelat, dan pahit
Bagian yang
digunakan : Bunga
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik